Danantara Indonesia
Logo Danantara Indonesia

Pusat Media
Press Releases
15 Jun, 2025

Danantara Indonesia, Indonesia Investment Authority, dan Chandra Asri Group Bermitra untuk Mendorong Industri Kimia dan Pertumbuhan Ekonomi

Bagikan ke

Danantara Indonesia, Indonesia Investment Authority, dan Chandra Asri Group Bermitra untuk Mendorong Industri Kimia dan Pertumbuhan Ekonomi

Jakarta, 16 Juni 2025 — Badan Pengelola Investasi Daya Anagata Nusantara (Danantara Indonesia), Indonesia Investment Authority (INA), dan PT Chandra Asri Pacific Tbk (Chandra Asri Group) telah menandatangani sebuah Nota Kesepahaman (MoU). MoU tersebut akan mengeksplorasi potensi masuknya Danantara Indonesia dan INA sebagai investor strategis baru, guna mendukung pengembangan bersama pabrik Chlor Alkali-Ethylene Dichloride (CA-EDC). Kemitraan tersebut bertujuan untuk meningkatkan produksi Indonesia dalam bidang soda kaustik dan Ethylene Dichloride—bahan baku utama bagi industri hilir, termasuk pengolahan nikel—yang akan mendorong dan mendukung kemandirian industri hilir serta industri Indonesia secara keseluruhan. Kolaborasi ketiga institusi tersebut juga merupakan tonggak penting dalam kerja sama publik-swasta untuk memajukan ambisi industri dan ekonomi Indonesia.
 

Dengan nilai investasi bersama hingga sekitar USD 800 juta, kemitraan ini merupakan komitmen bersama untuk memperkuat ketahanan industri Indonesia, mengurangi ketergantungan impor bahan baku kimia hulu yang strategis, serta memajukan agenda hilirisasi sebagai bagian dari transformasi ekonomi jangka panjang negara.
 

Sebagai perusahaan investasi berdaulat Indonesia yang memiliki mandat untuk menjaga dan meningkatkan nilai jangka panjang aset strategis nasional, Danantara Indonesia melihat inisiatif ini sebagai langkah konkret untuk memperkuat pasokan domestik bahan industri esensial dan memperluas basis ekspor Indonesia. Partisipasi Danantara Indonesia mencerminkan komitmen jangka panjangnya untuk berinvestasi di sektor-sektor fundamental yang mendorong pertumbuhan ekonomi inklusif, penciptaan lapangan kerja, dan nilai tambah industri. Pabrik CA-EDC juga sejalan dengan target pemerintah untuk mencapai pertumbuhan ekonomi nasional sebesar 8%, sekaligus menjadi bagian dari Proyek Strategis Nasional (PSN).
 

Proyek CA-EDC nantinya akan dikelola oleh PT Chandra Asri Alkali (CAA), anak perusahaan Chandra Asri Group. Pada fase pertama sekarang, proyek tersebut melibatkan pembangunan pabrik CA-EDC yang akan memiliki kapasitas produksi 400.000 ton soda kaustik padat per tahun (setara dengan 827.000 ton dalam bentuk cair) dan 500.000 ton Ethylene Dichloride. Upaya ini bertujuan untuk mengurangi kebutuhan Indonesia akan impor soda kaustik dan Ethylene Dichloride, sehingga mendukung kemandirian dalam memproduksi bahan-bahan tersebut serta mendukung hilirisasi.
 

Fase kedua kemudian bertujuan untuk memperluas produksi Chlor-Alkali dan memperkenalkan turunan klorin yang akan memungkinkan efisiensi operasional yang lebih besar serta sinergi rantai nilai. Studi kelayakan sedang dilakukan untuk mengidentifikasi dan mengevaluasi produk hilir berbasis klorin yang berpotensi meningkatkan penciptaan nilai dan mendukung pertumbuhan industri domestik.
 

Pandu Sjahrir, CIO Danantara Indonesia, menekankan pentingnya kemitraan ini secara strategis dan keselarasannya dengan prioritas pembangunan nasional. "Industrialisasi hilir merupakan inti dari transformasi ekonomi Indonesia dan menawarkan peluang besar bagi investor yang berpandangan ke depan. Sebagai bagian dari Proyek Strategis Nasional, kolaborasi ini mendukung industri yang dapat ditingkatkan skalanya, mengurangi impor, dan memiliki potensi pertumbuhan jangka panjang. Sektor kimia menopang rantai nilai utama—dari manufaktur hingga transisi energi—terutama dalam pengolahan nikel dan pemurnian alumina. Investasi ini juga memperkuat ketahanan nasional dengan mengurangi ketergantungan impor pada produk-produk esensial seperti soda kaustik dan Ethylene Dichloride. Di Danantara Indonesia, kami dengan senang hati menyambut mitra global yang memiliki visi yang sama dalam membangun ekosistem industri yang tangguh dan bernilai tinggi di ekonomi Asia yang dinamis," ujar Pandu.
 

Ridha Wirakusumah, Chief Executive Officer INA, mengatakan, "Kemitraan ini mencerminkan komitmen bersama kami untuk memperkuat fondasi industri Indonesia dengan meningkatkan kapabilitas produksi domestik dan mengurangi ketergantungan impor bahan baku utama yang krusial bagi industri nasional. Dengan menggabungkan kekuatan investor institusional dan pemimpin industri, kami tidak hanya mengatasi keamanan pasokan strategis, tetapi juga membangun fondasi bagi pertumbuhan industri jangka panjang yang dapat ditingkatkan skalanya, yang memperkuat daya saing dan ketahanan Indonesia dalam ekonomi global. Kolaborasi ini sejalan dengan mandat investasi jangka panjang kami untuk memobilisasi modal yang mendukung prioritas nasional, mendorong ketahanan industri, dan berkontribusi pada pembangunan ekonomi Indonesia yang berkelanjutan."
 

Erwin Ciputra, Presiden Direktur Chandra Asri Group, menyatakan, "Proyek ini merupakan langkah signifikan bagi Chandra Asri Group untuk terus berkontribusi dalam membangun ketahanan industri domestik dan memperkuat perekonomian Indonesia. Masuknya Danantara Indonesia dan INA menegaskan kepercayaan investor terhadap pertumbuhan industri kimia Indonesia. Melalui kolaborasi ini, kami membangun fondasi yang kokoh untuk mendorong pembangunan industri yang berkelanjutan dan pertumbuhan ekonomi nasional."
 

Lebih lanjut lagi, produksi Ethylene Dichloride dari pabrik ini tentunya akan diekspor, menghasilkan potensi devisa hingga Rp5 triliun per tahun. Pabrik ini juga diharapkan dapat mengurangi ketergantungan Indonesia terhadap impor soda kaustik, dengan proyeksi penghematan hingga Rp4,9 triliun per tahun.
 

Di luar manfaat ekonominya, pabrik CA-EDC akan memungkinkan produksi domestik bahan baku penting bagi industri seperti pengolahan air, manufaktur sabun dan detergen, pemurnian alumina, serta pengolahan nikel. Dengan memperkuat rantai pasokan lokal dan memperluas kapabilitas ekspor, inisiatif ini mendukung industrialisasi berkelanjutan dan meningkatkan daya saing Indonesia secara global.
 

Kemitraan antara Danantara Indonesia, INA, dan PT Chandra Asri Pacific Tbk, menggambarkan model baru pengelolaan aset publik—strategis, kolaboratif, dan berorientasi pada hasil. Danantara Indonesia akan selalu berkomitmen untuk memfasilitasi kemitraan serupa yang memberikan dampak sistemik dan mempercepat pencapaian tujuan ekonomi jangka panjang Indonesia.