Danantara Indonesia
Logo Danantara Indonesia

Pusat Media
Siaran Pers
03 Nov, 2026

Raksasa Pengelola Dana Investasi Triliunan Dolar AS Akan Berkumpul di New Asia Forum 2026

Bagikan ke

Raksasa Pengelola Dana Investasi Triliunan Dolar AS Akan Berkumpul di New Asia Forum 2026

Institusi investasi global BlackRock, KKR, Brookfield, Oaktree, dan Franklin Templeton akan hadir dalam New Asia Forum perdana di Bali

 

Jakarta, 3 November 2026 – Sejumlah institusi investasi terkemuka dunia akan berpartisipasi dalam penyelenggaraan perdana New Asia Forum (NAF) 2026. Kehadiran para investor global menunjukkan semakin besarnya perhatian dunia terhadap Asia, terutama dengan berbagai peluang investasi yang muncul seiring pertumbuhan ekonomi dan perkembangan industri di kawasan.

 

Para eksekutif dari Global Infrastructure Partners milik BlackRock, KKR, Brookfield, Oaktree, dan Franklin Templeton, bersama sejumlah institusi terkemuka lainnya, akan bergabung dengan lebih dari 100 pembicara dalam forum yang akan digelar pada 3–4 Desember 2026 di The Mulia, Bali, Indonesia.

 

Institusi-institusi tersebut memiliki pengalaman investasi di berbagai sektor, mulai dari infrastruktur, private equity, properti, hingga pengelolaan aset global. Dengan jaringan internasional dan akses terhadap modal yang besar, kehadiran mereka membuka peluang untuk menghubungkan kebutuhan investasi jangka panjang di Asia dengan sumber pendanaan global, terutama di sektor energi, konektivitas digital, dan industri berteknologi maju.

 

Para pembicara yang telah melakukan konfirmasi kehadiran dari komunitas investasi global antara lain Will Brilliant, Partner di Global Infrastructure Partners dan Head of Digital Infrastructure di BlackRock; David Luboff, Partner, Co-Head of Asia Pacific, sekaligus Head of Asia Pacific Infrastructure di KKR; Andrew Burych, Managing Partner dan Head of East Asia di Brookfield Real Estate Group; Roger Zhang, Managing Director dan Co-Head of Asia di Oaktree; serta Manraj S. Sekhon, Chief Investment Officer of Templeton Global Investments di Franklin Templeton.

 

Para pemimpin bisnis dan teknologi global dari Freeport-McMoRan, Jardine Matheson, AirAsia, Databricks, Archer Aviation, dan Honeywell juga akan hadir. Mereka akan membawa perspektif dari berbagai industri yang berperan dalam membentuk fase pertumbuhan ekonomi Asia berikutnya.

 

Asia Pasifik saat ini menyumbang hampir 60% pertumbuhan ekonomi global. Namun, untuk terus mendorong pertumbuhan tersebut, kawasan ini masih membutuhkan investasi jangka panjang dalam jumlah besar. Di tengah perubahan kondisi ekonomi dan geopolitik dunia, Asia menawarkan peluang diversifikasi, kemitraan baru, dan penciptaan nilai yang berkelanjutan.

 

Secara kolektif, institusi investasi global yang akan menghadiri NAF mengelola dana triliunan dolar AS di pasar publik maupun privat. Kehadiran mereka mempertemukan pemodal global, pembuat kebijakan, dan pemimpin bisnis untuk membangun kemitraan serta mendorong realisasi peluang investasi konkret di seluruh kawasan.

 

Pahala Nugraha Mansury, Managing Director Global Relations & Communications Danantara Indonesia, organisasi yang merupakan founding partner dari New Asia Forum, menekankan pentingnya melangkah lebih jauh dari sekadar minat investasi menuju keterlibatan institusional yang berkelanjutan dan kemitraan konkret.

 

“Kehadiran institusi investasi global terkemuka menunjukkan bahwa investor dunia semakin menaruh perhatian pada Asia. Namun, hal terpenting bukan sekadar menarik lebih banyak modal, melainkan membangun kemitraan yang tepat agar potensi besar Asia benar-benar bisa memberikan manfaat dalam jangka panjang.”

 

“New Asia Forum mempertemukan investor global, pemerintah, dan pelaku industri untuk bertukar pandangan sekaligus membuka peluang kerja sama. Kami ingin pembicaraan yang dilaksanakan di forum ini bisa berlanjut menjadi kolaborasi dan investasi nyata. Bagi Danantara Indonesia, ini adalah upaya dalam memperkuat posisi Indonesia sebagai mitra investasi global yang tepercaya dalam jangka panjang,” ujar Pahala.

 

Selain dari kalangan investasi, NAF 2026 juga akan menghadirkan sejumlah pemimpin pemerintahan tingkat tinggi, termasuk Yang Mulia Tshering Tobgay, Perdana Menteri Kerajaan Bhutan, serta Sebastian Kurz, mantan Kanselir Federal Austria.

 

Kehadiran mereka mencerminkan ambisi NAF yang lebih luas, yaitu menghubungkan modal dengan kapabilitas industri, teknologi, dan kemitraan strategis yang dibutuhkan untuk membuka peluang investasi baru di seluruh Asia. Bertambahnya jajaran pembicara ini menyusul pengumuman awal mengenai ambisi NAF 2026 untuk memobilisasi investasi senilai US$30 miliar di kawasan New Asia, dengan Danantara Indonesia sebagai salah satu mitra pendiri.

 

Dirancang untuk lebih dari sekadar pertukaran gagasan, NAF 2026 akan menitikberatkan pada fasilitasi peluang investasi dan kemitraan yang dapat ditindaklanjuti. Forum ini akan menghadirkan pertemuan terarah antara investor, private roundtable, serta kesempatan untuk menghubungkan modal internasional dengan proposal investasi pilihan. Melalui pendekatan ini, NAF bertujuan membangun relasi dan mendorong diskusi agar berkembang menjadi hasil investasi nyata, bahkan setelah forum berakhir.

 

Diselenggarakan di bawah naungan Presiden Prabowo Subianto, NAF 2026 diperkirakan akan dihadiri lebih dari 1.000 peserta, termasuk pejabat tinggi pemerintah, investor global, institusi investasi negara, dan pemimpin bisnis, dalam lebih dari 40 sesi. Pengumuman pembicara tambahan dan pembaruan program akan disampaikan menjelang penyelenggaraan forum pada Desember mendatang.

 

Sebagai mitra pendiri New Asia Forum, Danantara Indonesia memandang forum ini sebagai platform penting untuk menjalankan mandatnya dalam memobilisasi modal jangka panjang, membangun kemitraan strategis global, serta memperluas kapasitas investasi guna mendukung transformasi ekonomi Indonesia. Dengan mempertemukan investor global, institusi sovereign, pembuat kebijakan, dan pemimpin industri, NAF 2026 memungkinkan Danantara Indonesia menghubungkan modal dan keahlian internasional dengan peluang investasi di sektor-sektor prioritas Indonesia, sekaligus memperkuat posisi Indonesia sebagai mitra investasi jangka panjang yang terpercaya di kawasan.

 

--SELESAI--

 

Tentang Danantara Indonesia

 

Danantara Indonesia, dikenal sebagai Badan Pengelola Investasi Daya Anagata Nusantara (BPI Danantara), adalah badan pengelola investasi strategis yang dibentuk melalui Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2025. Sebagai lembaga independen di bawah Presiden, Danantara Indonesia memiliki mandat untuk mengelola dan mengoptimalkan investasi pemerintah serta aset BUMN guna mendukung pencapaian misi Asta Cita, rencana strategis nasional, serta program pemerintah dalam mempercepat industrialisasi dan pertumbuhan ekonomi. Dengan pendekatan yang profesional, transparan, dan akuntabel, Danantara Indonesia bertujuan untuk memperkuat tata kelola aset negara, menciptakan nilai tambah bagi perekonomian, serta meningkatkan daya saing Indonesia di pasar global.

 

Lebih lanjut tentang Danantara Indonesia: https://www.danantaraindonesia.co.id

 

Untuk informasi lebih lanjut, harap hubungi:
Tim Komunikasi Danantara Indonesia
media@danantaraindonesia.com